Sebentar

Aku tak tahu kenapa aku harus bercerita tentang kamu. Tapi aku ingin saja. 

Keinginanku terkabul sudah. Aku tak memintamu dengan sungguh -sungguh agar datang. Tapi ternyata kamu datang tanpa aku kira. Aku tak pernah tahu apa maksudnya? Aku bukan peramal yang bisa menebak isi hati atau pikiran orang. Aku berharap yang terbaik dari Tuhan.

Rabu, 13.40 . Aku kembali bisa menatap matanya.

Aku yakin itu kamu. Kacamatamu dan motormu itu yang mengingatkanku.

Andai kamu tahu betapa bahagianya aku bisa bertemu dengan mu walaupun hanya sebentar. Jantungku seolah berhenti untuk beberapa saat, aku mati tapi hidup. 

Aku tak bisa bicara banyak jika tentang kamu. Karena aku tak banyak mengenalmu. Aku juga bingung jika harus menjelaskan tentang perasaanku sendiri.

Sudah ya, aku mau tidur.

Pukul 20.07 di sini. Waktunya tidur. Ku pejamkan mataku meski aku belum mengantuk. 



Komentar

Postingan Populer