wie ben jij?
Saya bisa membaca kode yang dia berikan, dia minta seseorang untuk belok ke kanan mengikutinya.
Saya berjalan lurus, sedang dia belok ke arah kanan. Beberapa menit kemudian, dia sudah ada di jalan yang sama dengan saya. Dia berhenti di pinggir jalan sebelah kiri.
Lagi-lagi dia memberikan kode lewat tangannya, tapi kali ini saya tak mengerti. Sebenarnya saya ingin berhenti dan mendekatinya. Namun, takut berhasil membuat saya cuma melintas di depannya.
Bagaimana tidak, saya tak mengenal dia, tak melihat wajahnya yang tertutup masker dan helm, sepeda motor yang dia gunakan pun asing buat saya.
Saya takut kalau orang tersebut punya maksud tak baik. Saya juga merasa bersalah, bisa jadi orang tersebut minta bantuan.
Satu hal yang membuat saya penasaran, siapa dia?
Komentar
Posting Komentar