Edwin

Saya tahu diri. Kalau saya dan kamu berbeda. Makanya kalaupun saya cinta. Saya tidak berniat untuk mengungkapkannya, karena kata berani tidak saya punya. 

Saya cuma bisa memandangi kamu dari sini, dari kejauhan. Tapi, itu sudah cukup bagi saya. Kenapa bisa saya begitu, padahal saya tak mengenalmu. Tak tahu apa-apa tentang kehidupan kamu. Hanya sedikit, dari yang ku dengar dan kulihat saja. 

Saya, bukan tak ingin tahu apakah kamu merasakan hal yang sama. Saya terlalu takut kalau hati ini bakal kecewa mendengar jawaban darimu. 

Sekarang, sudah enam tahun berlalu. Dan kita tak pernah bertemu, pernah pun hanya tiga kali. Namun, saya tak pernah lupa bagaimana setiap hal yang saya rekam tentang kamu. Semuanya masih tersimpan dengan rapi di hati dan pikiran.

Dari kamu, saya belajar tidak peduli jika saya mencintai orang yang tak mencintai saya. Menyimpan perasaan yang ada dan menjaganya baik-baik agar tak hilang ditelan waktu atau dicuri orang lain.

Aku yakin, kamu tak pernah tahu kalau aku sering memperhatikan kamu. Mencari tahu segala hal tentang kamu. Bahkan melakukan hal yang kamu sukai. Saya merasa, kita punya banyak persamaan. Tapi soal perasaan saya gak tahu?

Komentar

Postingan Populer